Strategi Menolong Anak Mengembangkan Rasa Percaya Diri dan Penghargaan Akan Diri Sendiri

>> Jun 21, 2011

1. Beri anak pertanda kalo kita perhatian pada mereka, bisa dengan senyuman, sentuhan, atau perkataan bahwa kita menyayangi mereka


2. Mendorong anak melakukan hal-halnya sendiri dan akui usaha mereka dgn memberi pujian yg berarti (jangan cuma bilang bagus, tp bilang "hebat, itu nggak mudah lo ngerjainnya"

Read more...

Jangan Ragu Jika Ingin Maju

>> Jun 8, 2011

Banyak diantara kita yang punya “hobby” belajar tapi rasanya kok hidup belum menunjukan perubahan berarti. Berapa banyak buku yang sudah Anda baca, berapa kali sudah Anda pergi ke seminar, berapa kali Anda diminta untuk segera take action tapi sampai detik ini Anda masih belum bergerak. Jangan Merasa bersalah?


"The possibilities are numerous once we decide to act and not react." (George Bernard Shaw)

Menurut beliau, "begitu kita berhenti berpikir dan segera bertindak kita membuka diri terhadap kesempatan yang jumlahnya banyak sekali, bahkan melebihi dugaan kita. Namun problemnya adalah seakan-akan kita tidak punya alasan yang cukup kuat kenapa kita harus mengambil tindakan".

Read more...

6 Kekuatan Manusia Yang Tidak Boleh Diremehkan

>> Jun 6, 2011

1 Kekuatan Impian (The Power of Dreams)

Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.
Immigrants, Emigrants & MeThe Seer: The Prophetic Power of Visions, Dreams, and Open HeavensDream Body Herbal Slimming Capsule * Weight Loss Fat Burner Pills * 100% Authentic * One Month Supply (1 box)
2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)

Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan kelemahan/weakness dalam diri, peluang di sekitar kita, dan sebagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)

Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)

Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)

Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)

Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi. Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.

sumber: kaskus.us

Read more...

Rangsang Kerja Otak Lewat Game!

>> Jun 5, 2011

ANAK zaman sekarang tentu tak asing dengan sejumlah game yang beredar di pasaran. Tak jarang Moms resah karena buah hatinya lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain game daripada belajar.         

Eits, jangan selalu menuduh game itu negatif Moms! Menurut dr Arman Yurisaldi S MS SpS, game dapat melesatkan kerja otak lho. Tak percaya?

Dokter spesialis saraf di RS Satyanegera Sunter – Jakarta ini akan berbagi informasi seputar bagian otak dan kaitannya dengan game

Otak Depan Bawah (Prefrontal)
Fungsi: area yang menentukan suatu rencana dilaksanakan atau tidak. Tersimpan nilai-nilai agama, moral, adat-istiadat yang menjadi rambu-rambu tindakan yang dipelajari sejak kecil.   
 
Skor:
1. Memerlukan daya dan konsentrasi pengambil keputusan yang sederhana, tidak dibatasi waktu.
 
Jenis game: permainan lucu, misal Beetle Crazy Cup.
2. Memerlukan daya konsentrasi pengambil keputusan yang cepat. Dibatasi waktu, namun batasan waktu yang makin lama makin sempit. (Sedang)
 
Jenis game: permainan multiplayer-dimainkan lebih dari 1 pemain; permainan petualangan, contoh: grand the ft auto IV; tembakan; solitaire; permainan aksi; permainan olahraga, misal Pro Evolution Soccer (PES); permainan lomba, contoh Need for Speed; Call of Duty; dan SimCity 4.

3. Memerlukan daya konsentrasi guna mengambil keputusan yang sangat cepat, dibatasi waktu yang semakin lama semakin cepat.
 
Jenis game: Catur; Tetris; Age of Empires II: The Age of Kings; Civilization; dan Sudoku.
 
Otak Kiri
 
Fungsi: area yang menentukan kemampuan berbahasa dalam menjelaskan ide-ide. Disebut pula daerah logika matematika.   
 
Skor:
1. Memerlukan logika sederhana.
 
Jenis game: permainan lucu, misal Beetle Crazy Cup.

2. Memerlukan logika kompleks.
 
Jenis game: permainan multiplayer; permainan petualangan, contoh grand the ft auto IV; tembakan; solitaire; permainan aksi; permainan olahraga, misal Pro Evolution Soccer (PES); permainan lomba, contoh Need for Speed; Call of Duty; dan SimCity 4.

3. Memerlukan logika kompleks, serta daya urai/analisis pemecah masalah yang lebih mendetail/deskriptif.
 
Jenis game: Catur; Tetris; Age of Empires II: The Age of Kings; Civilization; dan Sudoku.   
 
Otak Kanan
 
Fungsi: Melihat kemampuan seni seperti melukis, membuat puisi, novel, berkata-kata halus dalam berbahasa.    
 
Skor:

1. Memerlukan daya visuospasial (orientasi letak suatu benda dalam ruangan yang sederhana), seperti letak benda dalam satu posisi dalam ruang. Contoh letak suatu balok yang bergeser.

2. Memerlukan suatu daya orientasi benda di dalam ruangan yang bergerak dari suatu posisi menuju posisi lain dengan aneka posisi. Tanpa dibatasi batas keleluasannya.
 
Jenis game: catur.

3. Memerlukan suatu daya orientasi benda di dalam ruangan yang bergerak dari satu posisi menuju posisi lain, namun dibatasi.
 
Jenis game: permainan multiplayer; permainan petualangan-contoh grand the ft auto IV; tembakan; solitaire; permainan aksi; permainan olahraga, misal Pro Evolution Soccer (PES); permainan lomba, contoh Need for Speed; permainan lucu, misal Beetle Crazy Cup; Tetris;  Age of Empires II: The Age of Kings; Call of Duty; Civilization; SimCity 4 dan Sudoku. 

Otak Kecil
 
Fungsi: area yang melibatkan pemikiran (kognitif); perasaan (afektif); kemandirian (otonom); fokus, perhatian (atensi); pemimpin, pengambil keputusan (eksekutif); dan memori.     
 
Skor:
1. Memerlukan ketepatan daya pemikiran mencapai suatu sasaran yang tidak terlampau sulit dan tidak dibatasi waktu.

2. Memerlukan daya ketepatan perkiraan mencapai suatu sasaran yang tidak terlampau sulit, namun perlu daya pemikiran yang tidak dapat sekali pandang. Dapat dengan tepat mencapai sasaran.
 
Jenis game: permainan lucu, misal Beetle Crazy Cup;  Age of Empires II: The Age of Kings; dan SimCity 4.

3. Memerlukan daya pikiran ketepatan yang tinggi dalam mencapai sasaran, tidak dapat dilakukan dalam sekali pandang dan dibatasi waktu yang semakin sempit.
 
Jenis game: permainan multiplayer; permainan petualangan-contoh grand the ft auto IV; tembakan; solitaire; catur; permainan aksi; permainan olahraga, misal Pro Evolution Soccer (PES); permainan lomba-contoh Need for Speed; Tetris; Call of Duty; Civilization; dan Sudoku. 
 
Sirkuit Penghargaan (Reward)
 
Fungsi: Ada zat kimia dalam otak yang disebut dopamin. Zat inilah yang membuat anak memiliki rasa senang, bahkan ketagihan dalam belajar.    
 
Skor:

1. Tidak ada penghargaan terhadap suatu pencapaian.
2. Ada penghargaan namun dengan angka skor yang rendah pertambahannya, walaupun aktivitas untuk mencapai skor cukup sulit.
 
Jenis game: permainan lucu, misal Beetle Crazy Cup.  
3. Terhadap keseimbangan antara aktivitas mencapai keberhasilan dan pencapaian skor penilaian secara berimbang.
Jenis game: permainan multiplayer; permainan petualangan-contoh: grand the ft auto IV; tembakan; solitaire; catur; permainan aksi; permainan olahraga, misal: Pro Evolution Soccer (PES); Tetris; Age of Empires II: The Age of Kings; Call of Duty; Civilization; SimCity 4; dan Sudoku.    

Sirkuit Papetz (Emosi dan Memori)
 
Fungsi: Jalur utama pada otak besar dan berperan mengontrol emosi.     

Skor:

1. Permainan dengan tingkat emosi yang tidak terlalu menggembirakan, tak perlu memerhatikan tahapan-tahapan berlatih.

2. Permainan dengan tingkat durasi yang sedang dengan tahapan-tahapan tertentu.
 
Jenis game: permainan lucu, misal Beetle Crazy Cup.

3. Permainan dengan suasana yang menggembirakan dan tahapan-tahapan kompleks yang bila permainan itu dilanjutkan, maka semakin mempermudah penghapalan langkah-langkahnya.
 
Jenis game: permainan multiplayer; permainan petualangan-contoh: grand the ft auto IV; solitaire; catur; permainan aksi; Pro Evolution Soccer (PES); permainan lomba-contoh: Need for Speed; Tetris; Age of Empires II: The Age of Kings; Call of Duty; Civilization; SimCity 4; dan Sudoku.

Keterangan:
Skor 1: Ringan
Skor 2: Sedang
Skor 3: Berat  (Semakin tinggi skor, semakin berefek positif pada aktivasi otak).
Namun ada permainan yang nilai skornya 3, tapi bersifat agresif misal Civilization (sebaiknya frekuensi main dikurangi). Permainan yang disarankan adalah Tetris.

Aturan Bermain Game
 
Do’s
- Bagi anak usia 9-12 tahun, disarankan bermain game selama 1 jam per hari.
- Masukkan daftar waktu senggang anak dengan bermain game.  
 Big Family Meets Big AppleSpy KidsWinter Wipeout: Family Night, Kids Eat It for Free
Dont’s
- Hindari game yang sifatnya mengandung unsur pertandingan atau kekerasan. Sebab, game jenis itu melatih tindakan agresif destruktif.
- Pilihlah jenis permainan yang bersifat pertandingan. Karena permainan ini memacu diri, tanpa menjatuhkan lawan. (Sumber: Mom & Kiddie)

Read more...

Bagaimana Cara Mendisiplinkan Anak?

>> Jun 3, 2011

1. Tegas.

Jika anda melarang anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang logis dengan memberikan penjelasan dan bimbingan kepadanya. Alasan-alasan seperti, "Jangan duduk di depan pintu, pamali!", "Jangan main sampai waktu Maghrib, nanti diculik Kalongwewe!", rasanya sudah harus ditinggalkan. Beritahu alasan sebenarnya kenapa anak dilarang melakukan suatu hal dengan alasan yang masuk akal.
2. Jangan Plin Plan
Pada dasarnya si kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitupun jika anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Contohnya anda tidak setuju kalau si kecil lompat-lompatan di tempat tidur sementara pasangan anda malah membiarkannya. Ini akan membuat si kecil bingung. Akibatnya dia akan mengabaikan ketidaksetujuan anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap.
3. Kompromi
Anak-anak tidak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya jika anak lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyebrang jalan, lain kali dia tak akan berbuat seperti itu lagi. Jika anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Katakan, "Berhentilah melempar-lempar mainanmu, nak!". Tapi jangan katakan, "Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!"
4. Beri Bimbingan
Jika anak mengobrak-abrik buku di lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, "Maukah kamu berhenti 'bermain' buku? Baca aja ya di kamarmu?"
Jika dia tidak memedulikan perkataan anda, anda bisa membimbingnya ke kamar dengan cara yang lembut namun tegas dan katakan padanya bahwa dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata anda.
5. Beri Peringatan
Jika anak tahu aturan yang telah anda buat, pada usia tertentu, anda hanya perlu bertanya kepadanya, ketika dia melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan kepada anda, karena ada sangsi yang harus diterimanya segera, setelah melakukan pelanggaran. Buat batasan peringatan sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk mengubah sikap setelah diberikan peringatan.
6. Beri Alasan
Jika anak bermain-main dengan benda tajam, anda tentu harus lebih berhati-hati memberikan peringatan kepadanya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan anda lakukan dan sebutkan alasannya. Contoh, "Bunda simpan pisaunya ya, sayang, nanti bisa melukai tanganmu!" atau, "Bunda minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bisa bikin kamu jatuh".
7. Jangan Tunda Hukuman
Jika anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai anda menunda memberikan hukuman kepadanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak boleh main game, atau membersihkan kamar mandi.
8. Tetap Tenang
Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat anda menjadi orang yang melakukan tindakan kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri anak anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa percaya diri di hadapan orangtuanya. Jadi, apapun yang terjadi, tetaplah tenang dan tegas.
9. Bertekuk Lutut
Merunduklah saat berbicara pada si kecil, terutama saat memberikan kritikan kepadanya. Tekuklah lutut anda atau ambil posisi duduk dihadapannya, agar pandangan mata anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, anda tidak perlu merasa khawatir akan kehilangan rasa hormat darinya. Justru sebaliknya, anak akan semakin menghormati dan menghargai anda sebagai orangtua.
10. Jangan Ceramah
Ajaklah si kecil ngobrol santai dan berdiskusi. Ini lebih baik daripada memberikannya ceramah yang panjang lebar. Hindari pernyataan-pernyataan seperti, "Sudah berkali-kali Bunda bilang...." atau, "Setiap saat kamu kok selalu.... ". Pernyataan-pernyataan tersebut memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan anda, apapun yang dia perbuat.
Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Apakah kamu suka jika temanmu mengganggumu terus di sekolah, kak ?" atau, "Kamu mau kalau gigimu sakit lagi ?". Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya (baca : pribadinya)
11. Tunjukkan Sikap Positif
Terlalu banyak waktu anda yang terbuang jika hanya memberikan kritik sikap buruk si kecil. Sesekali ucapkanlah pujian-pujian atas sikap positif yang sudah ditunjukkan olehnya. Misalnya, "Bunda senang lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula".
12. Jangan Menampar
Tamparan keras yang anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak dan juga anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita daripada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan inipun sekaligus bisa mengajarkan secara tidak langsung pada anak untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.
13. Hadapi Rengekan
Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula bahwa anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali , jika ia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.
14. Contoh Baik
Jika suatu kali anak anda pernah memergoki anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, anak akan meniru sikap baik tersebut. Begitupun jika anda ingin anak anda mau melakukan sesuatu, misalnya membaca buku, anda bisa langsung melakukannya tanpa harus menyuruh dan berteriak-teriak agar anak anda melakukan hal tersebut.

Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yakinkan diri anda bahwa anda bisa mengatasi semua masalah anak dengan cara-cara yang baik dan terus belajar untuk menjadi orangtua yang bisa menjadi contoh teladan bagi anak-anak.
A Book for KidsThe Ultimate Collection of Childrens Literature (10 Books)A JOKE BOOK FOR KIDS
Sumber: http://id.shvoong.com/how-to/family/2167344-bagaimana-cara-mendisiplinkan-anak/##ixzz1OBjhnNq4

Read more...
eXTReMe Tracker

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP